Ali disisi Rasulullah Seperti Musa dg Harun hanya Tak ada Nabi Lagi Setelahnya

30 Oktober 2008

Cerita Dari RSAB AZ-ZAHRA (Buah Dari Ketabahan dan Kesabaran)

Yang paling berbahagia menyambut kelahiran anaknya mungkin bukanlah saya, tapi ibu Lusi dan Suaminya. Dengan perjuangan panjang dan ketabahan super hebat mungkin ini bisa jadi inspirasi bagi mereka bapak2 dan ibu 2 yang masih harus bersabar serta berdoa dalam mendapatkan momongan.

Ibu Lusi dan suaminya telah tujuh kali mengandung namun semuanya harus berakhir dengan keguguran. Bahkan saat saya ngobrol dengan suaminya janin mereka rata2 hanya berumur tidak lebih dari dua bulan.

Dengan segala upaya baik itu mencari dokter kandungan yang paling paten untuk mencari second opinion terhadap penyakit kandungan istrinya termasuk juga menemui paranormal dalam upaya mengatasi masalah yang mereka hadapi.

Mereka berdua dengan jiwa besar tidak malu untuk mencari tahu penyakit apa yang sedang diderita sehingga kehamilan mereka selalu gagal bahkan sampai tujuh kali, bahkan sang istri sempat putus asa. Atas saran salah satu dokter kandungan, Istrinya diminta untuk cek darah kepada dokter penyakit dalam. Ternyata istrinya menderita penyakit darah yang langka, penyakit ini mengakibatkan suplai darah dan makanan kepada janin tidak sempurna akibatnya janin pun selalu gagal berkembang yang berakhir dengan keguguran.

Sang suami saat berdiskusi dengan saya sangat antusias imenceritakan bagaimana upaya mereka dari mencari tahu bagaimana mengatasi penyakit yang diderita istrinya dari ke berkonsultasi dengan banyak dokter, menemui orang pintar bahkan juga ikut dalam komunitas pasutri yang belum mendapatkan buah hati pun ditempuh. Dia mengatakan sampai2 mengkliping hampir semua penyakit kandungan dengan rapi, bahkan sering kali juga dia menghabiskan waktu untuk mencari tahu penyakit yang diderita istrinya dengan mengakses Internet.

Suami Ibu Lusi ini bahkan sering kali dalam konsultasi dengan banyak Dokter telah di Vonis tidak bisa punya anak karena penyakit yang diderita Istrinya adalah penyakit yang sangat langka sangat jarang kalau tidak mau mengatakan tidak pernah dokter2 kandungan menemukan kasus seperti yang didapati oleh istrinya.

Sampai suatu waktu diketemukan oleh dokter penyakit dalam bahwa Ibu Lusi menderita penyakit kelainan darah. Penyakit ini mengakibatkan janin tidak bisa tersuplai makanan, akibatnya hanya dalam waktu dua bulan janin harus keguguran.

Setelah berkonsultasi, untuk menguatkan Janin tersebut maka obat untuk penguat bagi janin pun harus di Injeksi setiap hari bahkan dari hari pertama kehamilan obat penguat janin tersebut harus di injeksi di Paha dan Pusar ibu Lusi.

Dengan segala keterbatasan yang mereka miliki, apa bila harus menginjeksi obat tersebut kepada dokter biaya yang harus dikeluarkan mungkin tidak bisa dibayangkan berapa uang yang harus mereka keluarkan untuk menjaga janin yang sedang dikandung oleh Ibu Lusi. Maka mereka putuskan untuk menginjeksi obat tersebut dengan menyuntikkan di paha atau di pusar mereka melakukannya sendiri.

Suami Ibu Lusi mengatakan, bahwa dia dengan  setiap malam menjadi dokter menyuntikkan obat tersebut kepada istrinya dan dia pun mengajari istri nya untuk dapat menyuntikkan obat tersebut apa bila sang suami sesekali keluar kota.

IBu lusi bercerita kepada istri saya bahwa kehamilan yang dia alami bukan menghitung bulan seperti yang dilakukan ibu hamil lainnya atau penantian dari bulan ke bulan sampai dengan ke hari persalinan. Namun yang dia rasakan kehamilannya adalah menghitung hari, sehingga hari demi hari tanggal demi tanggal dilewati dengan panjang sepanjang dan selama itu pula injeksi dilakukan setiap malam-malamnya bahkan dia begitu menikmati penghitungan hari yang terkadang membuatnya putus asa.

Hingga hari kebahagiaan itu tiba, tanggal 29 Oktober 2008 sang malaikat kecil yang dinantikan hampir sepuluh tahun dinanti itu tiba di dunia yang dilahirkan secara operasi cesar.

Anak yang lahir tersebut berjenis kelamin laki-2 dan hasil dari kehamilan yang kedelapan , sungguh hal yang luar biasa.

Tampak begitu gembira dan sukacitanya pasangan suami-istri ini. Raut muka suaminya tampak begitu haru sekaligus begitu takjub usaha besar dan ketabahan yang luar biasa yang mereka lakukan berbuah kegembiraan yang luar biasa. Tuhan telah menjawab doa dan usaha yang mereka jalani hari ke hari waktu ke waktu buah dari keyakinan dan ketabahan yang sulit ditemukan tandingnya.

Dari ngobrol dengan suami Ibu Lusi ini (saya lupa menanyakan namanya), saya begitu takjub bahwa keyakinan dan ketabahan, upaya yang tanpa henti bahkan sampai usia keduanya yang telah mencapai kurang-lebih empat puluh tahunan dijawab Allah.

Saya kemudian harus merasa bersyukur karena saya kemudian merasa jauh lebih beruntung dari keduanya yang tidak harus melalui proses panjang melelahkan bahkan bisa mengakibatkan frustrasi dan putus asa. Dan Kemudian juga saya pun berpikir dan yakin bahwa Allah akan menjawab dan mengijabah mereka yang benar2 berusaha bahkan bagi mereka mereka yang telah di Vonis tidak bisa memiliki anak.

Dan saat ngobrol dengan suami ibu Lusi ini, dia sangat bersemangat bahwa dia ingin membagi pengalamannya kepada siapa saja yang bernasib hampir sama seperti mereka untuk tetap berusaha dengan tabah dan terus menerus berjuang dan optimis. Karena pada kehamilan yang kedelapan lah mereka kemudian menemukan penyakit kandungan yang diderita istrinya kemudian menemukan cara bagaimana mengobatinya.

Dia mengatakan bahwa setiap penyakit harus dilawan dan dicarikan obatnya. Dia ingin membagikan semua apa yang telah mereka alami bagi pasangan suami istri yang belum beruntung mendapatkan anak untuk berbagi kesedihan dan kegembiraan serta mencarikan solusi terhadap apa yang mereka alami berdasarkan pengalaman mereka.

Kepada Ibu Lusi dan suaminya, anda adalah orang2 yang hebat. Mungkin disini saya ingin menyampaikan pesan dari ibu lusi dan suaminya bagi mereka yang belum memiliki buah hati jangan kalah dengan penyakit yang diderita namun kalahkanlah penyakit anda dengan terus mencari tahu penyakit yang anda derita. Anda harus sabar dan tabah dan terus berusaha, serta jangan pernah takut malu untuk berkonsultasi serta saling mengerti sambil mencari solusi terhadap apa yang menjadi masalah bagi terhambatnya kehamilah anda.

Terima kasih Ibu lusi dan suami,.... pengalaman anda begitu luar biasa,.......

 

 

salam

Berlabuh la,..........

bila telah menemukannya,...
kepastian yang tak berliput ragu,..
rindu berlari kejar-mengejar,.
karena tiada yang sempurna
cinta lah kemudian mensempurnakan
semakin kau hitung kelemahannya
semakin kau rasakan itulah kelebihannya
rengkuhlah setiap rindu dan bayangan
menempati ruang waktu sesungguhnya
ketika ketakutan keraguan
menjadi kekuatan dan keyakinan 
bukan, yang kau cari bukan yang sempurna
karena cinta saling menyempurnakan
ujung-ujung tali untuk dipertautkan
menjadi ikatan yang saling menguatkan
ketika tali ditambatkan
mata angin kan membawanya
berlayar,.. jauh,....
sampai bila kapal beranak sekoci
sekoci menjadi kapal dan berlayar kembali
begitulah semua,..
cinta menuntun manusia menjadi sempurna,...

28 Oktober 2008

Dari Pemuda Untuk Bunda dari Sumpah Serapah Pemuda

bunda tampak kian berurai duka
dikerentaannya,...
tanahnya,bumi nya, airnya,... udara yang dihisapnya
terhutang ,........ hingga tak tersisa satu pohon tuk membuat kursi goyang,...
sumur pun selama ini bagi kehausannya,.. telah menjadi plastik botol yang ditukar dengan lembaran rupiah,...
anak-pinak mu bunda,....
telah menjual segalanya,....
bahkan bila mungkin rahim mu pun dalam rencana ditukarnya,..................

indonesia bendera

Peleburan Cahaya

kutak bermaksud membakarnya,..
namun aku ingin lebur di dalamnya,..
karena kau dari dan akan lebur dalam cahaya,....
bukan kah semuanya adalah ketiadaan,... kecuali cahaya
tak kan ada sesuatu yang dapat kucerap tanpanya,..
bahkan kutakkan mengenal bahkan diriku sendiri,.....
bila suatu masa itu tiba ,... saat cahaya semakin terbakar dan membakar
aku ingin didalamnya merasakan pertemuan dalam peleburan
hingga tak diketemukan sesuatu kembali yang tampak,..
kecuali persenyawaan abadi didalam tungku sebenarnya,...........

Terima Kasih Untuk Ibu di Seluruh Dunia

27 Oktober 2008, kurang lebih pukul 20.00 Wib, Lahir lah kedunia seorang laki-laki dengan berat 3,2 Kg dan panjang 49cm.

Bagi orang tua pada umumnya kelahiran seorang anaknya adalah kebahagiaan yang sangat mengharukan. Apa lagi bila sempat menemani sang istri berjuang dalam persalinan.

Sebagai seorang manusia walaupun telah menjadi orang tua, saya masih merupakan anak bagi kedua orang tua saya yang saat ini alhamdulillah masih dalam keadaaan bugar dan sehat wal-alfiat.

Saat saya menemani Istri saya yang kelahiran kedua ini, istri saya harus berjuang keras dalam kesakitan. Maklum untuk kelahiran anak kami yang kedua ini, istri saya harus di induksi karena air ketuban telah pecah dari rahimnya sehingga sang bayi dirangsang untuk keluar dengan segera konsekuensi nya adalah istri saya harus merasakan kesakitan lebih luar biasa dari kelahiran normal biasa. Peristiwa ini sangatlah mengharukan, sebagai seorang anak, saya melihat seorang ibu berjuang bahkan harus siap meregang nyawa demi sebuah cinta kepada manusia dan kemanusiaan.

Saat proses persalinan, saya mondar-mandir masuk dan keluar kembali ke kamar persalinan dengan sesekali saya menghisap dalam rokok, kemudian masuk kembali ke kamar persalinan. Rasa gugup, khawatir, cemas, takut bercampur baur menjadi satu. Membuat kondisi saya semakin tegang.

Menyaksikan persalinan itu, saya hanya bisa merasakan sakit yang diderita oleh istri saya hanya dari rintihan dan jeritannya yang sesekali meninggi. Air matanya tumpah, sesekali menggebuki dan memegangi tangan ku sekuat tenaganya.

Dalam peristiwa itu saya hanya bisa memberikan dukungan moral untuknya agar tetap kuat berjuang dan berzikir memohon pertolongan Allah Swt untuk alasan kelanjutan sebuah generasi manusia.

Karena tidak kuat dan tidak tega mendengar rintihan istriku yang kian menjadi-jadi hingga energi nya pun kian terkuras saya minta mama saya untuk menggantikan saya didalam mendampingi istri saya menyudahi jihad tersebar seorang ibu.

Kesadaran kemanusiaan saya saat itu muncul bagaimana perjuangan seluruh ibu dimuka bumi, bahkan terkadang harus merelakan nyawa nya sendiri untuk ditukar dengan menyelamatkan nyawa bayi manusia.

Apa lagi saya adalah orang yang tidak begitu sukses untuk dikatakan menjadi anak yang berbakti kepada orang tua. Bahkan bisa dikatakan gagal, yang mungkin selalu menyakiti dan menghancurkan perasaannya atas tingkah laku dan perilaku saya yang tidak begitu baik.

Yang saya bayangkan adalah mama saya yang sudah masuk usia lanjut sekarang ini, dalam bayangan saya yang terjadi pada istri saya tersebut sama persis perihnya dalam melahirkan saya ketika itu. Dalam pekikan, rintihan, kesakitan yang tiada tara yang hasilnya membuahkan anak yang kurang baik seperti saya.

Hal yang sama juga terjadi pada semua ibu di muka bumi ini. Hingga Ibu menjadi begitu mulia untuk disakiti dan dikecewakan.

Rasa terima kasih mungkin akan saya ucapkan kepada para Ibu diseluruh dunia. Wahai para Ibu , syahadah dijalan tuhan, pejuang kemanusiaan yang paling tinggi. Terimalah rasa hormat dan terima kasih saya kepadamu. Kau telah semaikan perjuangan yang tanpa tanding bagi bumi ini beranak-pinak dan kelanjutan generasi yang dinamakan manusia.

Dan untuk mama ku tercinta, kau adalah pahlawan keluarga yang paling tinggi, telah melahirkan 6 orang anak yang semuanya telah menjadi dewasa. Sekarang aku makin memahami dan mengerti bagaimana dan betapa mulianya dirimu. Bagaimana kesakitan yang kau derita hanya untuk memastikan diriku hidup didunia ini. Kau tempuh jalan berat bahkan mungkin lebih berat dari perang badar bahkan epik perang terhebat didunia ini.

Dan hormat dan cintaku padamu,..

Istriku, mama, ibu mertua, dan seluruh ibu di dunia ini. Tetaplah berjuang dalam menjadi syahid bagi perjuangan terbesar bagi kemanusiaan dalam melahirkan generasi dunia sehingga dunia dipenuhi dengan manusia yang baik. Hingga bumi ini akan semakin baik indah.

Hormat cinta ku untuk mu para Ibu di seluruh dunia.

26 Oktober 2008

Berbasuh Cinta

bila sampai tuk terpaut,..
hilanglah keraguan,. hampa,... gulana
namun sampai bila menemuinya,...
smua padu menjadi keceriaan,..
hingga jiwa menjadi lebur dalamnya
yang kau tahu kau diliputinya
bagai disiram butiran embun, hingga segala kerontang menjadi danau-danau cinta
bahkan tumbuh berkembang semua flora, bersenandung, bak dzikir jutaan malaikat,...
manusia dituntun tuk menemukannya
mulanya dari dirinya sendiri
hingga cinta menjadi madu, pusat dan sumber kehidupan,.....

cinta

14 Oktober 2008

Kapitalisme Mengamputasi Fungsi Negara Dengan Tangan Negara

absolut capitalism

Setelah runtuhnya Komunisme Sovyet, tampaknya tidak ada lagi musuh strategis Ideologi Kapitalisme yang cukup mumpuni, sehingga Ideologi ini praktis melenggang pada panggung kekuasaan sendirian. Teman taktis nya selama ini para diktator pun satu per satu ditumbangkan. Setelah Komunisme lumpuh maka Ideologi ini yang bertumpu pada demokrasi liberal dan pasar bebas melumpuhkan juga negara-2 Otoritarian dalam pandangannya. Satu persatu pun dilucuti seperti Taliban, Saddam Hussein.

Sehingga praktis sebagai pintu masuk meliberalkan pasar, pintu demokratisasi pun menjadi jalan bagi AS sebagai dalam menawarkan pasar bebas bagi negara yang masih tampak menjalankan kapitalisme setengah-setengah yaitu disatu sisi telah menerima pasar bebas tetapi masih alergi membuka pasar untuk komoditas politik seperti beras, minyak bumi dlsb, telekomunikasi, dlsb pengokoh kekuasaan penguasa diktator.

Para penggiat demokrasi baik itu penganut liberal dan penolak pasar bebas yang terdiri dari kaum intelektual bersama massa rakyat pun diadu vis a vis dengan negara sehingga pada berbagai negara termasuk Indonesia ini efektif menciptakan diktator sebagai musuh bersama civil society. Yang tanpa disadari harus kita akui kelompok kiri baru yang percaya dengan jalan sosialisme dan demokrasi setelah jatuhnya rejim diktator berakhir dengan kemenangan kaum Liberal dan terperangkap dalam laju kapitalisme yang lebih dalam.

Untuk kasus Indonesia, Suharto dalam posisi yang terjepit dalam krisis ekonomi dan prestasi buruknya dalam melayani rakyatnya (despotis, pelanggaran hak yang paling azazi), ini tentu saja dimanfaatkan oleh pemikir liberal dan kapitalis global untuk meliberalkan Indonesia melalui resep2 Paket Reformasi Ekonomi IMF sebagai bentuk barter bantuan keuangan untuk mengatasi Ekonomi yang sudah bangkrut tahun 98.

Nilai-nilai Demokrasi Liberal dan pasar bebas menurut penganut faham ini adalah transfer nilai tentang kebebasan individu dan Kepemilikan.

Tapi baiknya kita bedah thesis tersebut dengan cerita dibawah ini.

Walau tampak kelihatan alamiah, Integrasi Indonesia dalam pasar bebas mungkin dapat kita bedah seperti yang dijelaskan oleh David Harvey sangat terencana dan sistematis. David Harvey Menjelaskan Redistribusi asset negara menuju Global Private Sector melalui empat cara, yaitu:

1. Privatisasi dan Komodifikasi

Dalam model yang pertama negara diarahkan untuk membuka jalan bagi privatisasi yang selama ini menjadi miik publik menjadi milik swasta/korporatisasi yaitu fasilitas umum( air, transportasi dan telekomunikasi), Kemudian Jaminan Kesejahteraan Sosial (Pendidikan, Perumahan dan Pelayanan Kesehatan), dan Institusi Publik (Sekolah, Universitas, Pusat Penelitian, dan Penjara).

Hal ini berjalan dengan tampak seperti alamiah, dimana peran negara diamputasi atas hak-hak publik rakyatnya yang selanjutnya diserahkan kepada swasta untuk dikorporatkan dan dipatenkan. Ruang-ruang publik dan jaminan sosial publik tanpa terasa seiring berjalannya waktu semakin hilang dan kemudian harus diganti dengan harga yang mahal, tentu saja semua hal kemudian telah menjadi komoditas atau barang/jasa dagangan. Yang kemudian Produk penemuan yang vital bagi manusia pun dapat diambil oleh perusahaan dengan paten sehingga bahkan nyawa manusia orang sakit pun telah menjadi barang yang mahal untuk dijual, misalnya vaksin. Semua bidang kehidupan pun kemudian dijadikan komodifikasi baik itu, pikiran, budaya, agama,sejarah, seni, rasa, imajinasi, tangisan, senyum, gaya hidup, wisata, ruang publik diserobot menjadi milik korporat walaupun berhadap-hadapan dan bertentangan dengan kehendak umum, segala sesuatu kemudian harus dibayar dengan uang. Tentu saja pemindahan asset dan hak publik kepada tangan2 kapitalis untuk dijadikan bagi penumpukan uang dan pemindahan kepemilikan asset kepada kapitalis.

2. Finansialisasi berkaitan dengan deregulasi

Uang dari fungsi tradisionalnya sebagai alat tukar kemudian menjelma komoditas itu sendiri. Seiring dengan Institusionalisasi Pasar uang dan modal maka peran negara dalam mengatur assetnya diserahkan kepada sektor swasta.

Uang dan modal tidak lagi mencerminkan bagaimana hasil ekonomi dihasilkan dari perdagangan barang dan jasa dari sektor riil, tapi telah menjadi komoditas itu sendiri di pasar uang dan pasar modal.

Apalagi pasar uang dan pasar modal sama sekali tidak ada regulasi yang dapat mengatur perpindahannya saat ini. Dunia ketiga yang membutuhkan dana dalam melakukan gerak ekonominya sering kali jadi ajang spekulasi untuk merontokkan ekonomi suatu bangsa kemudian merampoknya secara brutal.

Belum lagi pasar modal dan pasar uang tempat berkumpulnya para spekulan yang penghasilannya diperoleh dari per transaksi uang dan modal. Tak peduli apakah rugi atau untuk spekulan tetap mendapatkan komisinya.

3. The Management and Manipulation Of Crisis

Ini adalah proses pemindahan kekayaan negara ketiga ke negara2 maju dengan memanfaatkan krisis hutang.

Negara ketiga adalah langganan bagi krisis akibat hutang. Krisis hutang yang terjadi berlanjut dengan krisis ekonomi yang lebih dalam sehingga sektor2 produksi lumpuh yang juga diikuti dengan krisis politik dan pergantian rejim. Seperti di Amerika Latin, Phillpina dan Indonesia. Tsunami ekonomi ini adalah pintu masuk bagi institusi keuangan pasar bebas dalam membarter bantuan likuiditas dengan resep2 pengalihan asset sektor publik kepada kapitalis dengan melelang asset2 yang selama ini menjadi milik publik untuk dilelang dengan harga murah melalui privatisasi. Melihat contoh Indonesia, Asset2 nasional yang dianggap tidak profitable dibekukan kemudian asset nasional strategis kemudian berpindah instant ketangan asing dengan cara obral dan brutal. Bahkan dalam catatan sejak tahun 1980 US$ 4,6 triliun asset negara dunia ketiga telah berpindah kepada negara negara maju.

4. Pengalihan Asset Nasional Dunia Ke Tiga Dilakukan Oleh Pemerintah Sendiri.

Pemindahan asset nasional dunia ketiga kepada Perusahaan asing ketika melakukan liberalisasi negara menjadi agen utama dalam kebijakannya bagi perpindahan asset nasional ke negara maju. Dengan cara Privatisasi sektor publik dan memangkas habis anggaran belanja untuk rakyat.

Negara memindahkan pendapatan dari masyarakat ke orang kaya dengan sistem perpajakan yaitu dengan memprioritaskan pajak pendapatan atas pajak investasi dan melakukan berbagai macam subsidi dan potongan pajak bagi perusahaan.

Kebijakan perkebunan besar juga menjadi sebab bagi meningkatnya pengangguran dan urbanisasi. Pengangguran dan Urbanisasi tampaknya bukan akibat ketidakpunyaan skill seperti yang di kampanyekan oleh kelompok liberal tapi lebih pada perselingkuhan yang dilakukan oleh negara dengan investor asing, akibatnya tentu saja petani kehililangan pekerjaannya, kehilangan tanah, identitasnya dan kebudayaannya yang selama turun-temurun menjadi keahliannya dicerabut dari akarnya.

Selain itu juga penyeragaman pertanian melalui revolusi hijau dimana negara menjadi agen kapitalisme dalam bidang pertanian yang mengakibatkan ketidakberdayaan petani dengan penyeragaman pertanian sehingga pengambilan kekuasaan pertanian. Petani kemudian kehilangan kemandirian yang selama turun- temurun dimilikinya, dimana teknik produksi, pupuk, bibit, pengendalian hama yang selama ini dapat ditanggulangi sendiri oleh masyarakat petani akhirnya bergantung pada Industri pupuk, bibit, pembasmian hama asing.

Di sektor telekomunikasi, Televisi, Radio, Surat Kabar telah menjadi sektor privat yang juga sangat menguntungkan sekaligus menundukkan dan melumpuhkan.

Dari Penjelasan Harvey ini setidaknya kita mendapati bahwa Neo-Liberalisme atau Kapitalisme Global berjalan sepertinya tampak alamiah namun ini adalah gerak sistematis yang dilakukan oleh Negara Maju dan Kapitalisnya dalam meliberalisasi dan memindahkan asset nasional negara dunia ketiga ke Negara-2 Maju melalui tangan negara.

Kapitalisme menjadikan segala sesuatu kemudian menjadi komoditas dalam upaya memindahkan asset masyarakat, pribadi, menjadi milik korporat asing dengan segala instrumen yang telah dilakukannya.

Neo Liberalisme yang bersandarkan pada Teori Neo Klasik yang menginginkan pasar bergerak alamiah tanpa campur tangan negara, sehingga efek lanjutannya dengan tangan yang tak terlihat menjadikan pasar menjadi efisien pada akhirnya menurut teori ini akan memberikan manfaat kepada semua orang. Kenyataannya adalah suatu proses yang sistematis adalah proyek pemindahan asset negara2 berkembang untuk dimiliki oleh negara2 maju.

Contoh yang paling aktual adalah bagaimana krisis finansial yang terjadi di Amerika Serikat yang terjadi saat ini. IMF, Bank Dunia dan Ekonom Liberal lainnya dalam memulihkan ekonomi AS yang berimbas keseluruh dunia saat ini, sebagai dokternya IMF tidak meresepkan apa yang telah diresepkannya kepada negara2 berkembang. Paling tidak resep IMF kepada Indonesia pada tahun ’98 atas paksaan IMF, melakukan Likuidasi Bank, menaikkan tingkat suku bunga, meliberalisasi komoditas publik yang justru mengakibatkan Indonesia masuk dalam jurang krisis yang lebih dalam. Sampai Indonesia harus menanggung biaya sosial krisis tersebut yang sangat tinggi bahkan sampai sekarang pun belum beranjak pulih seperti sedia kala.

Yang terjadi di Amerika Justru melakukan proteksi dengan mensubsidi kerugian asset kapitalis mencapai 1000 miliar dollar, melakukan penurunan tingkat suku bunga. Proteksi yang luar biasa ini justru membelakangi apa yang dikoar-koarkannya selama ini tentang Liberalisasi Pasar dan Minimisasi peran negara.

Bila uang sebanyak itu digunakan untuk proyek pengentasan kemiskinan, kebodohan dan kesehatan mungkin dalam waktu tidak terlalu lama setengah jumlah kemiskinan seluruh dunia dapat tertanggulangi dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama.

AS bila tidak mau dikatakan telah menjelma menjadi negara sosialis paling tidak telah telah menjadi negara korporasi nomor wahid, memegang kendali perekonomian dan asset nasionalnya.

Pada akhirnya saya ingin mengatakan bahwa Kapitalisme yang membawa Issue demokrasi, kebebasan individu, kepemilikan hanya tipuan bahkan Kapitalisme adalah Rejim Otorianisme dan Despotisme dan berwajah malaikat yang merenggut paksa kepemilikan yang kita miliki kepada korporasi asing negara maju yaitu Monsanto, Exxon Mobil, Conoco Phillips, Wal-Mart, Freeport, Fani Mae,AIG, dan Segala icon MNC dan TNC lainnya.

09 Oktober 2008

Kapitalisme yang Kreatif (Tanggapan Diskusi Liberal Society/Facebook/Lutfhie Assyaukani)

capitalism_large

Hari-hari terakhir ini kita menyaksikan bagaimana kapitalisme dengan segala kedigdayaannya telah menuju kejurang krisis yang terimbas hampir diseluruh dunia pun itu di indonesia, Bursa Efek Indonesia terpaksa menutup perdagangannya 8/10/08 akibat aksi jual begitu tinggi mengakibatkan IHSG jatuh sampai dengan 10%.
Proyek penyelematan ekonomi pun tampaknya harus dilakukan seluruh negara di dunia.

David Richardo nenek moyang guru ekonomi liberal yang selama ini dengan hujah hadisnya bahwa "Negara Haram Ikut Campur dalam Perekonomian" untuk menciptakan keseimbangan ekonomi guna mencapai kesejahteraan/prosperity tampaknya untuk sementara waktu diabaikan oleh AS selaku bapak moyang ekonomi liberal, malah justru ikut campur dengan melakukan intervensi pasar dan menasionalisasi asset bank Investasi, assuransi dan seluruh instrumen pasar keuangan. Paradoks, justru apa yang dilakukan AS, malah mirip menjadi negara sosialis yang selama dianggap setan bagi ekonomi liberal negara ikut campur dalam perekonomian.
Dampak krisis kapitalisme yang bermulai di AS sudah meluas pada hampir seluruh negara di dunia yang mengikuti faham ekonomi yang dianut oleh AS.

Malah menurut saya Thesis Karl Marx mulai terbukti kebenarannya, bahwa kapitalisme dalam perjalanannya akan hancur dengan sendirinya yang diakibatkan oleh gerak kapitalisme itu sendiri. Dalam Bahasa Tony Prasentiantono Economic Bubble / Ekonomi Gelembung udara yang menjadi pilar kapitalisme yaitu pasar uang dan pasar modal sudah mulai meletus meledak tanpa isi.
Semua diakibatkan oleh Trickle Up Effects atau penghisapan keatas oleh kapitalis2 yang mengendalikan uang dunia. Setelah kenikmatan ekonomi yang diraih oleh kapitalis tersebut, ketika krisis terjadi saat ini, untuk memulihkan ekonomi kembali kapitalisme menunggangi negara untuk membereskan krisis ekonomi tersebut dengan menyuntikkan uang rakyat untuk menyelematkan kejatuhan orang2 super kaya.
Hari2 terakhir ini kita melihat bahwa kejatuhan kapitalisme.

 

Kita menyaksikan bagaimana AS menyiapkan APBN nya dan membentuk sebuah badan yang mirip dengan BPPN untuk menyelamatkan uang orang2 super kaya. Uang rakyat AS disiapkan bahkan mencapai 1000 miliar dollar yang mungkin uang sejumlah tersebut cukup untuk mengentaskan kemiskinan, dan menyehatkan kehidupan ratusan juta rakyat di negara2 berkembang.

Pasar uang dan pasar modal adalah tempat orang-orang super kaya dalam mencuci uang dan merente kekayaan mereka sehingga bekerja bahkan ribuan kali dari nilai awalnya. cara bekerja instrumen kapitalisme ini, justru jauh dari kenyataan bagaimana ekonomi bekerja sesungguhnya pada sektor riil. Uang dan modal yang pada teorinya adalah faktor produksi, malah menjadi komoditas itu sendiri, uang tidak lagi sebagai alat tukar tapi telah menjelma menjadi produk yang diperdagangkan yang nilainya kemudian menjadi semu menjadi komoditas spekulasi, yang bekerja bukan dari hasil produksi namun dari sentimen pasar yang penuh manipulasi dan kebohongan.

Ekonomi liberal dan kapitalisme, pasar bebas telah membuktikan kepada kita bahwa tidak menghasilkan kesejahteraan bersama seperti yang dikhayalkan oleh penganutnya.


Malah menghasilkan bencana yang dahsyat yang dialami dunia terus-menerus. yaitu perang irak, krisis energi, krisis pangan, inflasi, pengangguran, kemiskinan, wabah flu burung, kehancuran lingkungan hidup, kemiskinan.

inikah mungkin yang disebut dengan kapitalisme yang kreatif?
kapitalisme telah menjadi sosok yang sangat kreatif dalam menciptakan bencana dan krisis global.

17 September 2008

Kalla: Contohi BLT, Meski Penerimanya 19 Juta Tetap Aman

miskin povertypic

Statement Yusuf Kalla tersebut tampaknya menjadi pembelaan diri pemerintah terhadap kasus Musibah Zakat yang mengakibatkan kematian orang miskin di Pasuruan Jawa Timur 15/09/08. Arah statement Yusuf Kalla tampaknya masih berkutat tentang mekanisme pembagian zakat atau bagaimana mengorganized zakat sehingga terbagi dengan aman. Yang membelokkan issue kemiskinan Indonesia yang belum berhasil di atasi oleh pemerintahan ini kepada issue mekanisme pembagian zakat dan sebagainya.

Inti permasalahannya adalah pemerintah SBY-JK belum mampu mengatasi beratnya perekonomian kita, fakta di Pasuruan tersebut, masyarakat yang berkumpul ribuan orang hanya sekadar ingin mendapatkan sedekah yang besarannya puluhan ribu rupiah menjadi bukti empiris bahwa masalah kemiskinan, pengangguran bukanlah sukses story seperti yang dilaporkan oleh SBY-JK di Gedung MPR/DPR beberapa waktu yang lalu.

Pada saat pemerintah SBY-KALLA menyampaikan nota keuangan 15 Agustus Lalu, laporan tersebut Klaim SBY yang menyatakan bahwa angka kemiskinan tahun 2008 ini adalah angka kemiskinan terendah, baik besaran maupun prosentasenya selama 10 tahun terakhir.

Jika data yang disajikan oleh SBY-JK tersebut valid dan tidak sekadar yang membuai rakyat bahwa SBY-JK telah bekerja keras memperbaiki ekonomi bangsa ini, seharusnya semakin berkurang kita melihat masyarakat antri minyak tanah, antri blt yang sedemikian panjangnya atau bahkan zakat yang berujung pada kematian, jauh panggang dari api.

Faktanya diantara cerita pertumbuhan ekonomi yang mencapai rata2 6% pertahun yang disampaikan oleh pemerintah dan dikatakan adalah pencapaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Prestasi di bidan ekonomi tersebut, sangat kontras dengan semakin banyak anak2 berada dijalanan karena tidak bisa sekolah, jumlah pengangguran yang kian meningkat dari tahun ke tahun, tingkat kriminalitas yang semakin tinggi akibat dari kesulitan ekonomi, bahkan busung lapar.

Ataukah prestasi ekonomi tersebut adalah hanya dinikmati sebagian elite penguasa dan pengusaha dinegeri ini? Segelintir orang mungkin yang meraup berkah dari prestasi ekonomi SBY-JK ini, yaitu Cukong Minyak, Pengusaha Perkebunan Kelapa Sawit yang mendapatkan berkah dari kecenderungan tingginya harga komoditas tersebut hari ini, namun sebagian terbesar rakyat indonesia lainnya justru semakin melarat akibat dari meningkatnya harga komoditas tersebut, petaka ini diakibatkan karena naiknya harga-harga kebutuhan pokok yang secara langsung mengikuti peningkatan harga komoditas tersebut kecenderungan tersebut mengakibatkan efek turunan yaitu meningkatnya juga segala jenis kebutuhan lainnya yang tidak sebanding dengan peningkatan penghasilan. Kita merasakan inflasi begitu tinggi beberapa bulan terakhir ini.

Ada baiknya Yusuf Kalla tidak hanya berstatement yang justru kontraproduktif dengan apa yang sedang dialami oleh masyarakat, pemerintahan ini harus bekerja keras mengatasi permasalahan kemiskinan, pengangguran, pendidikan, kesehatan, pemerataan. Opini dan counter opini tidak akan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh bangsa kita yang ada hanya semakin tipisnya kepercayaan kita terhadap elite politik yang bisanya mengeruk kekayaan negara untuk kepentingan pribadinya masing-masing.

Semakin tipisnya kepercayaan masyarakat kita terhadap pemerintah ini bukan hanya asumsi, ini terlihat dari kecenderungan golput yang semakin meningkat dalam pilkada diberbagai wilayah di negara kita. Yang membuktikan bahwa siapa saja yang duduk dalam pemerintahan bukan untuk memperbaiki nasib rakyatnya tapi justru untuk mengeruk kekayaan di negara ini untu kepentingannya sendiri.

Bukti apa lagi yang harus ditampakkan bila kematian di Pasuruan Jawa Timur tersebut yang merupakan bukti kemiskinan dan kelaparan masih membayangi dan menghantui masyarakat kita masih disangkal oleh pemerintah? Buah hasil dari kegagalan negara mensejahterakan rakyatnya.

Seharusnyalah pemerintah sadar bahwa kemiskinan dan kemelaratan adalah kenyataan sejarah yang kita alami dan harus diselesaikan. Bukan justru pemerintah mencari kambing hitam bahwa zakat terhadap yang diberikan oleh H. Syaikhon . Sebab kematian 21 orang di Jawa Timur tersebut adalah akibat dari kemiskinan, kemelaratan dan buah pembangunan ekonomi yang timpang. Bukan justru H.Syaihon dan keluarganya memberikan bantuan dan berbuat baik berdasarkan apa yang mampu mereka lakukan malah dikriminalkan. Kemudian Pemerintah dan lainnya sibuk berpolemik tentang mekanisme pembagian zakat.

hunger