Ali disisi Rasulullah Seperti Musa dg Harun hanya Tak ada Nabi Lagi Setelahnya

Tampilkan postingan dengan label Syafaat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syafaat. Tampilkan semua postingan

14 November 2010

Seri Syafaat bag. 4 lanjutan Yang Memberi dan Yang Menerima Syafaat (oleh Markaz Arrisalah)



b. Mukminin yang Berada di Neraka

Pada pembahasan yang lalu, telah kami jelaskan bahwa syafaat akan didapatkan oleh kaum mukminin yang berdosa di hari kiamat nanti sehingga dengan itu mereka bisa masuk ke dalam surga. Namun, di sini perlu juga kami jelaskan bahwa ada sekelompok orang beriman yang terpaksa harus masuk ke dalam neraka. Kelompok kedua ini juga akan memperoleh syafaat untuk dapat keluar dari azab Ilahi. Banyak hadis Nabi SAWW dan Ahlul Bait a.s. yang menyebutkan tentang adanya sekelompok orang mukmin yang akan keluar dari neraka dengan syafaat Rasulullah SAWW dan orang-orang saleh.
Rasulullah SAWW bersabda,
يشفع الأنبياء في كل من يشهد أن لا إله إلاّ الله مخلصا , فيخرجونهم منها ..  
Artinya: Para nabi kelak akan memberikan syafaat mereka kepada siapa saja yang bersaksi dengan sungguh-sungguh bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan mengeluarkan mereka dari neraka...[117]

Seri Syafaat bag. 4 Yang Memberi dan Yang Menerima Syafaat (oleh Markaz Arrisalah)


Bagian Keempat


Pemberi dan Penerima Syafaat


Pertama: Pemberi Syafaat

Berapakah jumlah para pemberi syafaat menurut versi Al Quran Al-Karim? Apakah kitab suci ini menyebutkan nama dan sifat mereka secara jelas?
Jika kita meneliti ayat-ayat Al Quran Al-Karim dengan cermat, kita akan berkesimpulan bahwa Allah SWT dalam kitab suci terakhir-Nya tidak pernah menyebutkan nama seorang pun yang kelak di hari kiamat akan memberikan syafaat. Namun, dengan menyebutkan beberapa sifat dan kriteria syafi’ (pemberi syafaat) Al Quran menjelaskan bahwa siapa saja yang memiliki sifat-sifat tersebut berarti ia adalah syafi’ di hari kiamat.
Ada beberapa kelompok yang disebut oleh Al Quran Al-Karim sebagai syafi’. Di antaranya adalah para nabi a.s., malaikat, dan kaum mukminin yang saleh. Selain itu amal perbuatan yang baik juga dapat memberikan syafaat kepada pelakunya.

Seri Syafaat bag. 3 Efek Syafaat di Dunia (oleh Markaz Arrisalah)



Syafaat dan Pengaruhnya di Dunia

Seluruh pembahasan kita yang telah lalu adalah mengenai syafaat di akhirat. Saat itu, orang yang mendapatkan syafaat akan diampuni semua dosanya dan selamat dari siksaan neraka.
Selain itu, kita juga telah menjelaskan beberapa kritik terhadap konsep syafaat dan jawabannya. Akhirnya, dengan berdasarkan dalil-dalil yang ada, baik yang diambil dari Al-Quran Al-Karim maupun hadis Nabi SAWW, kita berkesimpulan bahwa syafaat selain secara teoritis bisa diterima, di hari akhir juga akan terealisasi karena ia merupakan janji Allah SWT.
Kini, kita dihadapkan pada permasalahan syafaat dan pengaruhnya terhadap kehidupan duniawi kita. Permasalahan ini bisa kita jabarkan dalam bentuk pertanyaan berikut ini.
Apakah meminta syafaat kepada selain Allah SWT untuk hal-hal yang bersifat duniawi dibenarkan dalam syariat Islam? Syafaat semacam ini, seperti meminta rezeki, memohon kesembuhan dari penyakit, keberhasilan dalam usaha, atau keselamatan dari bahaya dan semua hal lainnya yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, bisakah mendatangkan manfaat bagi seseorang? Singkatnya, apakah hal itu diperbolehkan dalam agama dan adakah faedah dibaliknya?

Seri Syafaat bag.2 Mereka Yg Tidak Akan Mendapatkan Syafaat (oleh Markaz Arrisalah)


Bagian Kedua


Syafaat Menurut Ulama Islam

Hampir seluruh ulama Islam bersepakat bahwa syafaat memang ada di hari kiamat dan akan diberikan kepada kaum mukminin. Hanya saja, sebagian dari mereka berselisih pendapat mengenai seberapa luas makna syafaat ini. Mayoritas ulama dari berbagai mazhab dan aliran dalam Islam berpendapat bahwa syafaat akan berguna untuk menghindarkan seseorang dari bahaya dan siksa neraka.

Pertama: Pendapat Ulama Mengenai Makna Syafaat

1. Syeikh Mufid, Muhammad bin Nu’man Al-‘Akbari (wafat tahun 413 H) berkata,
“Syi’ah Imamiyyah bersepakat bahwa Rasulullah kelak di hari kiamat akan memberikan syafaatnya kepada sekelompok orang dari umatnya yang berlumuran dengan dosa besar. Selain itu, mereka juga berpendapat bahwa Amirul Mukminin Ali a.s. akan memberikan syafaatnya kepada para pecinta dan pengikutnya yang memikul dosa, demikian juga para Imam Ma’sum lainnya dari Ahlul bait a.s. Berkat syafaat manusia-manusia suci ini, Allah SWT menyelamatkan banyak orang yang semestinya masuk ke neraka karena dosa yang mereka perbuat.”

Seri Syafaat bag. 1 (oleh Markaz Arrisalah)


Syafaat dalam Bahasa, Al Quran, dan Sunnah

Pertama: Syafaat dalam Bahasa dan Istilah

Dalam Bahasa Arab,شفع  berarti menggabungkan sesuatu dengan sesuatu lain yang sejenisnya agar menjadi sepasang. Syafaat, yang diambil dari kata syafa‘a ini, dalam istilah berarti memohonkan ampunan untuk dosa yang telah diperbuat. Syafaat juga berarti permohonan ampun oleh seseorang yang memiliki hak syafaat untuk orang yang berhak mendapatkannya. Jadi, syafaat Nabi SAWW atau manusia-manusia suci lainnya untuk sekelompok umat berarti doa, permohonan ampun, atau juga permintaan atas sebuah hajat ke hadirat Allah SWT untuk umat yang menerima syafaat. Ringkasnya, makna syafaat tidak jauh berbeda dari doa.

Kedua: Syafaat dalam Al Quran Al-Karim

Dalam kitab suci Al Quran Al-Karim, kata syafaat dipergunakan untuk menunjukkan beberapa arti yang berlainan. Jumlah seluruh ayat yang secara langsung menyebut masalah syafaat ini adalah 25 ayat yang tersebar di delapan belas surat Al Quran. Semua ayat tadi menunjukkan arti permohonan ampun atas dosa-dosa seperti yang disebutkan dalam arti istilah syafaat yang pertama dan tidak mengacu pada permohonan akan kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT.
Tema syafaat dalam Al Quran Al-Karim dapat kita bagi ke dalam dua permasalahan, yaitu sebagai berikut.
Pertama, permasalahan mengenai pemberi syafaat.
Kedua, permasalahan mengenai kelompok yang berhak menerima syafaat dan mereka yang tidak berhak mendapatkannya.