Ali disisi Rasulullah Seperti Musa dg Harun hanya Tak ada Nabi Lagi Setelahnya

08 November 2010

FATIMAH AZ-ZAHRA AS, PENGHULU WANITA SEMESTA


Mukadimah
Dahulu kala, masyarakat memandang perempuan bagaikan hewan atau bagian dari kekayaan yang dimiliki oleh seorang laki-laki. Demikian pula masyarakat Arab pada masa Jahiliyah. Mereka senantiasa memandang wanita sebagai makhluk yang hina. Bahkan, sebagian di antara mereka ada yang menguburkan anak perempuan mereka hidup-hidup.
Ketika fajar mentari Islam terbit, Islam memberikan hak kepada kaum hawa dan telah menentukan pula batas-batasnya, seperti hak sebagai ibu, hak sebagai istri, dan hak sebagai pemudi.
Tentu kita semua sering mendengar hadis Nabi saw yang menyatakan, “Surga itu terletak di bawah kaki ibu.”
Di lain kesempatan, beliau bersabda, "Kerelaan Allah terletak pada kerelaan orang tua." (Dan perempuan termasuk salah satu dari orang tua).
Islam telah memberikan batasan kemanusiaan kepada wanita dan memberikan aturan, undang-undang yang menjamin perlindungan, penjagaan terhadap kemuliaan wanita dan kehormatannya.
Sebagai contoh yang jelas ialah hijab atau jilbab. Jilbab bukanlah penjara bagi wanita, tapi ia merupakan kebanggaan baginya, sebagaimana kita selalu melihat permata yang tersimpan rapi di dalam kotaknya, atau buah-buahan yang tersembunyi di balik kulitnya.
Sedangkan bagi wanita muslimah, Allah SWT telah memberikan aturan yang dapat melindunginya dan menjaga diriya, yaitu jilbab. Bahkan tidak hanya sekedar pelindung, jilbab dapat menambah ketenangan dan keindahan pada diri wanita tersebut.
Wanita dalam pandangan Islam berbeda secara mencolok dari apa yang terjadi di Barat. Dunia Barat memandang wanita laksana benda atau materi yang layak untuk diiklankan, diperdagangkan, dan bisa diambil keuntungan materinya, dengan dalih memelihara etika dan kemuliaan wanita sebagai manusia.
Pandangan ini benar-benar telah membuat nilai wanita terpuruk dan terpisah dari naluri serta nilai-nilai kemanusiaan. Kita juga menyaksikan keretakan keluarga, perceraian yang terjadi di dalam masyarakat Barat telah sedemikian mengkuatirkan.
Dalam pandangan dunia Barat, wanita telah berubah menjadi seonggok barang yang tidak berharga lagi, baik dalam dunia perfilman, iklan, promosi, ataupun dalam dunia kontes kecantikan.
Teman-teman, marilah kita sejenak menengok sosok teladan kaum wanita dalam Islam yang terwujud dalam kehidupan putri Rasulullah tercinta.

IMAM ALI BIN ABI THALIB AS, PEMIMPIN YANG ADIL


Hari Lahir
Pada hari Jumat, 13 Rajab, tepatnya 23 tahun sebelum hijrah, lahirlah dari keluarga Abu Thalib seorang bayi mulia yang menyinari kota Makkah dan alam semesta dunia.
Ketika paman Nabi saw yang bernama Abbas bin Abu Thalib sedang duduk santai bersama seorang lelaki yang bernama Qu'nab, datanglah Fatimah binti Asad untuk melakukan tawaf di sekeliling Ka'bah dan memanjatkan doa ke hadirat Allah SWT. Pandangan matanya tertuju ke langit sambil bermunajat kepada-Nya dengan penuh khusyuk.
Dalam doanya itu ia berkata, "Ketahuilah wahai Tuhanku, sesungguhnya aku beriman kepada-Mu dan kepada semua yang datang dari sisi-Mu, yaitu para rasul dan kitab-kitab yang dibawa oleh mereka. Sesungguhnya aku membenarkan seruan kakekku Ibrahim Al-Khalil as. Dialah yang membangun kembali Ka'bah yang mulia ini. Maka demi orang yang telah membangun Ka'bah ini, dan demi janin yang ada dalam kandunganku ini, aku memohon pada-Mu; mudahkanlah kelahirannya."
Tidak lama setelah itu, terjadilah peristiwa yang sangat menakjubkan, pertanda bahwa Allah SWT telah mengabulkan doanya. Di saat itu, tembok Ka'bah terbelah sehingga Fatimah binti Asad bisa masuk ke dalamnya, setelah itu tertutup kembali. Peristiwa yang sangat aneh dan menakjubkan itu membuat semua orang yang menyaksikannya terheran-heran.
Abbas bin Abu Thalib yang juga turut menyaksikan kejadian tersebut langsung pulang ke rumah untuk mengabarkan kejadian tersebut kepada keluarga dan kerabatnya, lalu kembali lagi ke Ka'bah bersama beberapa orang wanita untuk membantu kelahiran janin Fatimah itu. Namun, mereka hanya mampu mengelilingi Ka'bah, tanpa bisa masuk ke dalamnya. Seluruh penduduk kota Makkah tetap dalam kebingungan sambil menanti Fatimah keluar.
Empat hari kemudian, barulah Fatimah keluar dari dalam Ka'bah sambil menimang putranya yang baru saja lahir. Orang-orang bertanya-tanya tentang nama bayi mulia itu, Fatimah menjawab, "Namanya adalah Ali."
Demikianlah kelahiran Imam Ali as yang serba menakjubkan itu.
Semenjak masih dalam susuan, Ali tumbuh besar dan terdidik di dalam rumah Nabi saw. Pada salah satu khutbahnya yang terhimpun dalamNahjul Balaghah, Ali pernah menuturkan, "Ketika aku masih kecil, beliau saw membaringkanku di tempat tidurnya, mendekapku dengan penuh kasih-sayang, dan mengunyahkan makanan untuk disuapkan ke mulutku."

NABI MUHAMMAD SAWW MANUSIA SEMPURNA


Bangsa Quraisy
Bangsa Quraisy dipandang sebagai salah satu bangsa yang dihormati dan disegani di antara bangsa-bangsa yang ada di semenanjung Arabia. Quraisy sendiri terbagi ke dalam berbagai suku. Bani Hasyim adalah salah satu suku terhormat di antara suku-suku yang ada. Qushai bin Kilab adalah nenek moyang mereka yang bertugas sebagai penjaga Ka'bah.
Di tengah warga Makkah, Hasyim dikenal sebagai orang yang mulia, bijaksana, dan terhormat. Ia banyak membantu mereka, memulai perniagaan pada musim dingin dan musim panas supaya mereka mendapatkan penghidupan yang layak. Atas jasa-jasanya, warga kota memberinya julukan "sayid" (tuan). Julukan ini secara turun-temurun disandang oleh anak keturunan Hasyim.
Setelah Hasyim, kepemimpinan bangsa Quraisy dipercayakan kepada anaknya yang bernama Muthalib, kemudian dilanjutkan oleh Abdul Muthalib.
Abdul Muthalib adalah seorang yang berwibawa. Pada masanya, Abrahah Al-Habasyi menyerbu Makkah untuk menghancurkan Ka'bah, namun berkat pertolongan Allah SWT, Abrahah dan pasukan gajahnya mengalami kekalahan. Tahun penyerbuan itu kemudian dikenal dengan nama Tahun Gajah. Dan sejak peristiwa itu, nama Abdul Muthalib pun semakin terpandang di kalangan kabilah Arab.
Abdul Muthalib mempunyai beberapa anak. Di antara mereka, Abdullah-lah anak yang paling saleh dan paling dicintainya. Pada usia 24 tahun, Abdullah menikah dengan perempuan mulia bernama Aminah.
Dua bulan setelah Tahun Gajah, Aminah melahirkan seorang anak. Ia memberinya nama Muhammad. Sebelum kelahiran Muhammad, ayahnya Abdullah meninggal dunia. Tak lama setelah melahirkan, sang ibu pun menyusul suaminya kembali ke alam baka. Maka, sejak awal kelahirannya, Muhammad sudah menjalani hidupnya sebagai anak yatim.
Setelah ditinggalkan oleh kedua orang tua yang dicintainya, Muhammad diasuh oleh sang kakek, Abdul Muthalib. Berkat anugerah dan rahmat dari Allah SWT, Muhammad tumbuh menjadi dewasa dengan kesucian jiwa yang terpelihara.
Warga kota Makkah begitu mencintainya, bahkan merelakan barang-barang mereka berada di bawah pengawasan Muhammad. Atas kejujuran dan sifat amanah yang ditunjukkannya, mereka memberinya gelar "Al-Amin", yakni orang yang tepercaya.
Dengan bekal iman yang teguh, Muhammad membantu orang-orang fakir, membela orang-orang yang tertindas, membagikan makanan kepada mereka yang lapar, mendengarkan keluhan-keluhan mereka, dan berusaha memberikan jalan keluar atas masalah-masalah yang mereka hadapi.

14 Februari 2010

Deskripsi Cinta By Jalaluddin Rumi taken from Masnavi

Kekasih sejati itu dibuktikan oleh rasa sakitnya hati;
Tidak ada penyakit yang ada seperti penyakit hati
Penyakit Pencinta berbeda dari semua penyakit;
Ruang cinta adalah misteri dari NYA.
Tetapi pada akhirnya ia ditarik kedalam RAJA cinta.
Kadang kala banyak kita menggambarkan dan menjelaskan cinta,
Ketika kita jatuh cinta kita malu tuk berkata-kata,
Penjelasan lidah menjadikan sebagian besar hal-hal menjadi jelas,
Tapi cinta tak dapat dijelaskan dengan lebih jelas.
Ketika pena ditorehkan untuk menulisnya,
Saat mencapai subjek cinta, itupun terbelah dua.
Ketika wacana menyentuh masalah cinta,
Pena patah dan kertas robek.
Alasan dalam menjelaskan tongkat itu cepat, bagai keledai dalam lumpur;
Sia-sia tetapi cinta itu sendiri dapat menjelaskan cinta dan kekasih!
Tidak ada, matahari dapat menampilkan matahari,
Jika Anda akan melihat itu ditampilkan, pada gilirannya tidak jauh dari itu.
Bayangan, memang, dapat menunjukkan kehadiran matahari,
Tapi hanya menampilkan cahaya terang hidup.
Bayangan menginduksi tidur, bak celoteh malam,
Tetapi ketika matahari muncul "rembulan terbelah"
Di dunia terdapat sia-sia begitu menakjubkan sebagai Matahari,
Tapi Matahari jiwa tidak menetapkan dan tidak memiliki kemarin
meskipun matahari bahan unik dan tunggal,
kita dapat membayangkan matahari serupa untuk itu.
Tapi matahari jiwa, di luar cakrawala ini,
tidak seperti terlihat daripadanya konkret atau abstrak.
Manakah ruang dalam konsepsi untuk esensi,
sehingga, Perumpamaan untuk NYA harus dibayangkan?

translate by E.H. Whinfield, re translate by Prof. Google

06 September 2009

SENANDUNG LARA

Dihujam belati sampai bersimbah darah

Itu kau alami tapi itu tak kau rasakan sebagai kepiluan

Atau mungkin dirimu tergilas hingga lorong nafasmu menyempit

Itu pun tak kau hiraukan sebagai luka

Namun luka akan terasa pedih ketika yang dihujam bukan mengenai tubuhmu

Karna tubuh menyembuh akan lebih cepat dari kau bayangkan

Ketika jiwa mu terlukai hingga tergerogot seluruh energimu itulah kelukaan

Hingga bahkan kau rasakan inilah akhir dari perjalanan itu

Ketika harapan membumbung keangkasa yang menjatuhkan mu dan menghempasmu

Itula kau rasakan  seluruh raga mu pun tak berdaya menopangnya

Hilangnya harapan adalah akhirat, akhir dari hidup

Jangan pernah berkubang dalam kelukaan dalam kelamaan meski itu sulit untuk kesembuhannya

Ketika itu menghempasmu bahkan kau terinjak karenanya

Yakinkan jiwa mu, bahwa Ia sedang memberikan kebijaksanaan yang tidak kau temukan ketika kau merengkuhnya

Karena kebijaksanaan  hadir dalam luka yang menghempas, jiwa yang tergilas

Dia adalah Guru yang tak kau ingin temui tapi kau harus menjadi muridnya

Jiwamu diajarnya menerima setumpuk ilmu, ilmu tentang dirimu sendiri yang tak kau kenal

Hingga kau benar2 mengenal dirimu, dan tidak tertipu oleh alam khayalmu

Dia adalah sesungguhnya madrasah

Bagaimana seharusnya kau Menjadi

ya karbala

18 Juli 2009

Menangislah! Matsnawi, Buku Kelima 65-149

Karena tangisan awan, taman pun tersenyum
Karena tangisan bayi, air susu pun mengalir
Pada suatu hari ketika bayi tahu cara, ia berkata
“Aku akan menangis agar perawat penyayang tiba”
Tidakkah kamu tahu bahwa Sang Perawat Agung
Tidak akan berikan susu jika kamu tidak meraung


Tuhan berfirman, “Menangislah sebanyak-banyaknya”
Dengarkan, anugrah Tuhan kan curahkan air susunya
Tangisan awan dan panas mentari
Adalah tiang dunia, rajutlah keduanya
Jika tak ada panas mentari dan tangisan awan
Mana mungkin bakal kembang semua badan
Mana mungkin musim silih berganti
Jika kemilau dan tangis ini berhenti


Mentari yang membakar dan awan yang menangis
Itulah yamg membuat dunia segar dan manis
Biarkan matahari kecerdasanmu terus-menerus terbakar
Biarkan matamu, seperti awan, kemilau karena airmata yang keluar
Menangislah seperti rengekan anak kecil, jangan makan rotimu
karena roti jasmanimu akan mengeringkan air ruhanimu
Ketika tubuhmu rimbun dengan dedaunan yang subur


Siang malam batang rohmu melepaskannya seperti musim gugur
Kerimbunan tubuhmu adalah kerontangan rohmu
Segeralah, jatuhkan tubuhmu, tumbuhkan rohmu!
Pinjami Tuhan, pinjamkan kerimbunan tubuhmu
Tukarkan dengan taman yang merkah dalam jiwamu
Berikan pinjaman, kurangi makanan badanmu

Biar tampaklah muka yang dulu tak terlihat matamu
Ketika badan mengeluarkan semua kotoran keji
Tuhan mengisinya dengan mutiara dan kesturi
Orang itu telah menukar kotoran dengan kesucian
Dari “Dia sucikan kamu” ia peroleh kenikmatan
Terjemahan: Jalaluddin Rakhmat

nangis

24 Juni 2009

Majemuk dalam Satu

Coba ku lulihati, coba kudengari, coba kuciumi, namun tak jua jumpa-Nya

Terlalu,.. ya terlalu,… terlampau ya terlampau

kemudian akibat itu, semua pun di persepsi menjadi-Nya

bahkan yang tak layak untuk nya,

bila ia sihitam maka sihitam ingin Ia sepertinya, jika Predator, Predator pun ingin Ia sepertinya.

tapi Terlalu, ya terlalu,.. terlampau yah terlampau,..

sesuatu yang tak kau bisa letakkan ukuran pada nya , kecuali hanya lah Cinta

Kemewujudan adalah cinta,.. bentuk nya transenden namun ia Imanen,..

JIka diversitas adalah Tajaliyat, sepertinya  jamak, sebenarnya ia itu Satu.

Ya,…

Benar,.. yang kau sedang rasakan itu,..

Ia adalah angin, gunung, rerumput , atau mutiara dibawah lautan bahkan angkasa, tapi Ia juga pikiran yang melintas dalam renungmu, yang membelai jiwamu.

ia ada dalam biara, gereja, surau2 kecil, dan kuil2, dimana pencintanya sedang merangkai sulaman untuk kekasihnya.

dalam setiap kontemplasi itu, setiap biji tasbih yang dipatrikan dalam kalbunya setiap lapis istananya pun sedang dibuatnya.

Setiap getar2, jiwamu didalamnya, maka setiap itu pula, sebuah hidangan lezat sedang kau nikmati, yang didapati setiap manusia, rerumput, atau gemintang, semua berputar dalam poros yang sama.

cinta 

Jika demikian, maka, apakah masih penting untuk bertengkar2?

atau mereka saling merasa bahwa ia dan kelompoknya saja lah yang dicinta-Nya?

Karena cinta tidak lagi membutuhkan simbol2,..

tungku yang meleburkan semuanya, tak dapat kau lihat lagi selain cahaya.

cinta adalah cinta sebuah rasa yang dengan nya nyawamu kau serahkan padanya.

17 Mei 2009

KHOTBAH 201 (DALAM NAHJUL BALAGHAH) Dikatakan Amirul Mukminin pada Waktu Pemakaman Sayyidatun-Nisâ' Fâthimah as Sementara Menujukannya kepada Nabi di Makam Beliau

fatimah-az-zahra-1

Nabi Allah, salam bagi Anda dari saya dan dari putri Anda yang telah datang kepada Anda dan telah bersegera untuk menemui Anda. Ya Nabi Allah, kesabaran saya atas (kepergian putri) pilihan Anda telah habis, dan ketabahan saya telah melemah, kecuali bahwa saya mempunyai dasar untuk hiburan dalam menanggung kesulitan besar dan peristiwa menyayat hati dari perpisahan dengan Anda. Saya meletakkan Anda ke dalam makam Anda ketika napas Anda yang terakhir telah berlalu (sementara kepala Anda) di antara leher dan dada saya.

"Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali." (QS. 2:156)

Sekarang amanat telah dikembalikan dan apa yang telah diberikan telah diambil kembali. Tentang kesedihan saya, (kesedihan) itu tak mengenal batas, dan tentang malam-malam saya, (malam-malam) itu tetap sukar dibawa tidur hingga Allah memilih bagi saya rumah di mana Anda tinggal sekarang.

padangPasir

Sungguh, putri Anda akan mengabarkan kepada Anda tentang pergabungan umat Anda untuk menindasnya.[1] Anda tanyakan kepadanya dengan rinci dan perolehlah semua kabar tentang keadaannya. Ini telah terjadi ketika belum panjang waktu yang terentang, dan ingatan kepada Anda belum menghilang. Salam saya kepada Anda berdua, salam dari orang yang terlanda kesedihan, bukan orang yang muak dan benci; karena, apabila saya pergi jauh bukanlah itu karena letih (akan Anda), dan apabila saya tinggal bukanlah itu karena kurang percaya akan apa yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang sabar. •

imam_ali1

 

 


[1] Perlakuan terhadap putri Nabi setelah wafatnya beliau amat pedih dan menyakitkan. Walaupun Sayyidatun-Nisâ' (as) itu hanya hidup beberapa bulan sesudah wafatnya Nabi, waktu yang singkat itu menyimpan riwayat panjang penderitaan dan petaka baginya. Sehubungan dengan ini pandangan pertama yang menerpa mata ialah bahwa pengaturan bagi upacara pemakaman Nabi belum berakhir, pertarungan untuk kekuasaan sudah dimulai di Saqifah Bani Sa'idah. Perbuatan mereka meninggalkan mayat Nabi tentulah menyakitkan hati Sayyidatun-Nisâ' Fâthimah yang sedang amat berdukacita. la melihat bahwa orang-orang yang telah mengaku cinta dan terpaut (pada Nabi) di masa hidup beliau, sekarang sedang asyik dalam rekayasa mereka untuk kekuasaan. Ketimbang menghibur putri tunggalnya, mereka bahkan tak tahu kapan mayat Nabi dimandikan dan kapan beliau dimakamkan. Dan cara mereka mengucapkan bela sungkawa kepadanya ialah dengan berkerumun di rumahnya dengan bahan bakar dan berusaha untuk mendapatkan baiat dengan paksa dengan segala pertunjukan penindasan, paksaan dan kekerasan. Semua perbuatan berlebihan ini bermaksud menghapus kedudukan terhormat rumah ini agar tidak mendapatkan kembali martabat yang hilang itu pada kesempatan mana pun. Sekaitan dengan tujuan itu, untuk menghancurkan kedudukan ekonominya, tuntutannya atas kebun Fadak ditolak dengan mengatakannya sebagai palsu, yang akibatnya Sayyidatun-Nisâ' Fâthimah (as) membuat wasiat menjelang mati bahwa tak boleh ada di antara mereka nanti menghadiri pemakamannya

Tiga Jenis Manusia (Imam Ali Bin Abi Thalib yang diucapkannya kepada Kumayl Bin Ziyad)

 

147. Percakapan Amirul Mukminin as dengan Kumail ibn Ziyad an-Nakha'i. Kumail meriwayatkan: Amirul Mukminin as memegang tangan saya lalu membawa saya ke pekuburan. Kemudian ia menarik nafas keluhan yang dalam seraya berkata: "Wahai Kumail, hati ini adalah wadah. Yang terbaik di antaranya adalah yang memelihara (isinya). Karena itu, peliharalah apa yang saya katakan kepada Anda.

imam ali, Imam Hasan & Imam Husein

Manusia ada tigajenis. Yang satu adalah orang berilmu dan rohaniawan. Berikutnya adalah si pencari ilmu yang juga di jalan pembebasan. Kemudian (yang terakhir) si busuk yang memburu setiap penyeru dan tunduk kepada setiap arah angin. Mereka tidak mencari cahaya dari sinar pengetahuan, dan tidak mengambil perlindungan dari dukungan yang dapat diandalkan.

Wahai Kumail, pengetahuan lebih baik dari kekayaan. Pengetahuan menjaga Anda sementara Anda harus menjaga harta. Harta berkurang dengan pembelanjaan sedang pengetahuan berlipat ganda dengan pengeluarannya, dan akibat dari kekayaan mati bila kekayaan membusuk.

Wahai Kumail, pengetahuan adalah iman yang diamalkan. Bersamanya manusia mendapat ketaatan dalam hidupnya dan nama baik setelah matinya. Pengetahuan adalah penguasa sedang harta dikuasai. Wahai Kumail, orang yang mengumpul harta adalah orang mati sekalipun mereka masih hidup, sementara orang yang dikaruniai pengetahuan akan tetap ada sepanjang dunia masih ada. Tubuh mereka tak ada tetapi gambar mereka berada di hati (manusia). Lihat, di sini ada setumpuk pengetahuan (lalu Amirul Mukminin as menunjuk ke dadanya). Saya ingin mendapatkan seseorang untuk memilikinya. Ya, saya mendapatkan (orang semacam itu); tetapi entah ia dapat diandalkan. la akan memanfaatkan agama untuk keuntungan duniawi, dan dengan berkat nikmat Allah padanya ia akan mendominasi manusia dan dengan berdalihkan Allah ia akan menjadi majikan dari para pengabdi-Nya. Atau, orang yang taat kepada para pembawa kebenaran tetapi tak ada kecerdasan dalam dadanya. Pada penampilan pertama keraguan ia akan merasa was-was dalam hatinya.

Maka yang itu maupun yang ini tak cukup baik. Entah orang itu bergairah untuk kesenangan, mudah diantar oleh hawa nafsu, atau serakah untuk mengumpulkan dan menimbun kekayaan. Tak ada dari mereka yang mempunyai penghargaan atas agama dalam urusan apa pun. Contoh yang paling dekat tentang hal ini ialah ternak yang lepas. Beginilah caranya pengetahuan mati bersama kematian orang-orang yang mempunyainya.

Ya Tuhanku! Tetapi bumi tak pernah kosong dari orang-orang yang memelihara hujah Allah, baik secara terbuka dan terkenal ataupun, karena takut, tersembunyi, agar hujah dan bukti-bukti Allah tidak disangkal. Berapa banyak mereka dan di manakah mereka? Demi Allah, jumlah mereka sedikit, tetapi mereka besar dalam kehormatan di hadapan Allah. Melalui mereka Allab menjaga hujah-hujah-Nya dan bukti-bukti-Nya sampai mereka mengamanatkannya kepada orang lain seperti mereka sendiri dan menebarkan benihnya di hati orang-orang yang sama dengan mereka. Pengetahuan telah mengantarkan mereka kepada pernahaman yang sesungguhnya dan dengan demikian mereka mengaitkan dirinya dengan semangat keyakinan. Mereka mengentengkan apa yang dianggap sukar olch orang-orang yang mengentengkan. Mereka sangat mencintai apa yang dianggap aneh oleh orang jahil. Mereka hidup di dunia ini dengan tubuh mereka di sini, tetapi ruh mereka tinggal di tinggi di atas. Mereka adalah para khalifah Allah di bumi dan penyeru kepada agama-Nya. Betapa rindu saya akan melihat mereka. Pergilah sekarang, Kumail, ke mana saja Anda mau.[32]

وقال عليه السلام : الْمَرْءُ مَخْبُوءٌ تَحْتَ لِسَانِهِ.

148. Amirul Mukminin as berkata: Manusia tersembunyi di bawah lidahnya.[33]

وقال عليه السلام : هَلَكَ امْرُؤُ لَمْ يَعْرِفْ قَدْرَهُ.

149. Amirul Mukminin as berkata: Orang yang tak mengenal nilai dirinya sendiri akan mengalami keruntuhan.

09 Mei 2009

Masalah Ucapan Selamat Hari Raya

Dear, teman,…

Mengisi kekosongan blog, dari diskusi terhadap status di Facebook saya, berikut akan saya tampilkan hasil dari diskusi tersebut.

diskusi ini bermula dari status di facebook saya yang memberikan ucapan selamat hari waisak kepada yang merayakan, namun salah satu sahabat baik saya tampak nya kurang sepakat, akhirnya terjadilah perdebatan yang saling bersambung, petikan nya dapat teman2 nikmati seperti dibawah ini, silahkan ambil kesimpulan sendiri masing-masing, selamat menikmati.

“selamat hari waisak bagi yang merayakan,..

Suryadarwin Darwin pada 10:08 09 Mei melalui Facebook di Ponsel

makna syahadat adlah kita menetapkan hanya Allah saja yg berhak dismbah dan kita mengingkari adanya sesembahan selain Allah. Jd dgn mengadakan ucapan2 slmt kpd umat lain brarti kita tlh menyelisihi makna ini... Wallahu'alam bishawab.

Taupik Hida pada 10:32 09 Mei

maksud pak yudi.. bkn begitu sobat... kita hrs saling menghormati... sesama umat manusia!!!

Yudhistira Sumsago pada 10:50 09 Mei

menghormati setiap manusia dan menghargainya adalah substansi ajaran agama,......!!!!
tidak ada hubungan nya antara mengucapkan selamat waisak dengan mengingkari tauhid!!!!!!!
selamat waisak bagi yang merayakan,...semoga rahmat allah swt menyertai kita semua

debat

Suryadarwin Darwin pada 10:53 09 Mei melalui Facebook di Ponsel

@taupik... menghormati tp tdk dgn mengorbankan aqidah.. Coba pik pahami makna syahadt itu... Tdk ada larangan kita bermuamalah dgn umat lain dlm urusn dunia.. Tp dlm urusn agama kita tdk blh spt itu. Itu brarti sama saja dgn kita mengakui adany tuhan selain Allah

Yudhistira Sumsago pada 11:03 09 Mei

potensi keselamatan dimiliki oleh semua agama,... surah (2:62), (5:69), (22:17), selama suatu ummat meyakini tuhan yang esa, beriman pada hari akhir dan beramal saleh.
dan hal tersebut terdapat di alquran, mngapa kemudian harus membantahnya, bukankah nabi juga menghormati semua agama yang ada disekitar madinah pada waktu itu?
semua manusia diciptakan oleh tuhan yang satu,. tiada tuhan lain yang menciptakan manusia baik itu nasrani, yahudi maupun majusi.........

Taupik Hida pada 11:05 09 Mei

aku ngerti sobat dgn maksud kamu..... tapi khan kita hrs saling menghargai.. karna disini aku meraskan itu sobat..
hidup dgn org korea & org nepal notabene bed agama.. tapi mereka sangat menghormati saat aku sholat.. sontak mereka hening diam.. mereka mengahrgai kita.. kita hrs lbh bisa dong sobatku...

Suryadarwin Darwin pada 11:06 09 Mei melalui Facebook di Ponsel

coba ditelaah lg makna syahadt itu. Org2 budha bertuhan kpd selain Allah.. Mengakui hr besar mereka brarti mengakui ibdah mereka berati jg mengakui tuhan mereka... Wallahu'alam

Suryadarwin Darwin pada 11:10 09 Mei melalui Facebook di Ponsel

yud buka QS ALI IMRAN:85, AL BAYYINAH:6. AZZUMAR:65

Yudhistira Sumsago pada 11:12 09 Mei

alquran telah menjelaskan bahwa potensi keselamatan tidak hanya milik islam. terdapat pada surah di atas.
apakah kemudian ingin dibantah alquran sebagai kebenaran?

Massey Ahadillah pada 11:14 09 Mei

Saya sependapat dengan Mas Yudhistira Sumsago...tidak ada kaitan mengucapkan selamat hari raya dengan umat lain dengan menginkari tauhid...sedangkan rasul saja dia bediri menghormati kaum yahudi yang meninggal sewaktu rasul rapat dengan para sahabat di mesjid (kalo tidak salah)...artinya secara tidak langsung rasul mengajarkan kita untuk saling menghormati pemeluk lain...dan itu tidak mengubah tauhid kita bahkan mengurangi pun tidak.

Suryadarwin Darwin pada 11:17 09 Mei melalui Facebook di Ponsel

surah 2:62, 5:69, 22:17. Adlah kpd mereka yg beriman kpd kitab2 mreka yg notabene mreka membenar al quran, lantas mreka beriman kpd alquran dan msk islam dlm rangka jg membenarkn kerasulan Muhammad. Bkn spt org non islam skrg ini yg mengingkari islam

Yudhistira Sumsago pada 11:31 09 Mei

@ darwin
surah yang sampean tampilkan tidak bertentangan dengan surah yang saya tampilkan.
keselamatan akan didapatkan oleh setiap orang yang menyembah tuhan yang satu beramal saleh dan beriman kepada hari akhir.
... Baca Selengkapnya
yang zalim justru memusuhi bahkan menghalalkan darah manusia apapun agama nya, hanya karena berbeda pandangan dan keyakinan.
ketauhidan tidak ada hubungannya dengan mengucapkan kebaikan apapun agama nya.

Suryadarwin Darwin pada 12:40 09 Mei melalui Facebook di Ponsel

ayat2 itu memang tdk bertntangan.. Konteksny memang brbeda. yg satu adalh kpd ahlul kitab sblm masa kenabian muhammad. Yg lainny kpd ahlul kitab setlh kenabian muhammad. Wala wal bara dlm islam tegas. Tidaklah kita mencintai sesuatu melainkan apa2 yg dicintai Allah. Tidaklah kita mengingkari sesuatu melainkan apa2 yg Allah haramkan. Kita ... Baca Selengkapnyaproporsional aja dlm menyikapi org2 non muslim sesuai dgn hak dan kwajiban yg telah diatur dlm syariat, bkn mnurut hawa nafsu dan akal kita semata. Wallahu'alam. Sblmny aq minta maaf... Ini bukanlah ajang prdebatan tp ini adalah dlm rangka kita saling mengingatkn dlm kbnaran (al asr:3). Yg itu merupakan tanggung jwb seorang muslim thd muslim yg lain

Taupik Hida pada 13:00 09 Mei

ALLAH HU AKBAR.............................. jgn sampe kita jihad di jalan yg salah.. jgn sampe terullang lagi tragedi bom bali... inti nya mereka g usik kita jgn mengusik.. biarkan kita hidup damai. toleransi beragama kita junjung tinggi.
sobat2ku maju truss...........

Yudhistira Sumsago pada 13:22 09 Mei

KERUKUNAN BERAGAMA TELAH ADA DI JAMAN NABI MUHAMMAD SAWW. YAITU YANG DISEBUT DENGAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH ATAU SERING DISEBUT DENGAN PIAGAM MADINAH. DIMANA ISLAM SANGAT MENGHORMATI AGAMA LAIN BAHKAN BANYAK RIWAYAT MASJID DAN TEMPAT IBADAH AGAMA LAIN PUN DIJADIKAN TEMPAT BAGI PERLIDUNGAN BAIK MUSLIM DAN MUSLIM.
JADI TIDAK ADA ALASAN MENGHUBUNG2KAN ANTRA PENGHORMATAN ANTAR UMMAT BERAGAMA DENGAN KETAUHIDAN

Alyda Linawati pada 13:34 09 Mei melalui Facebook di Ponsel

Bravo yudhis!! Kt perlu orang2 seperti anda. Jgn krn salah tafsir dan pemahaman yg msh dangkal akhirnya memicu tragedi bom bali, poso, monas dll. Hubungan vertikal penting tp horizontal jg penting

Saut Siagian pada 13:47 09 Mei

Ha3x.. caknyo lah jadi lagi ni.., perikso bae Da.. he..he..he.. ''yg sabar yo..''

Suryadarwin Darwin pada 14:08 09 Mei melalui Facebook di Ponsel

memang spt itu., dlm islam tlh diatur sikap2 kita thd org2 non muslim. Trgantung tingkatn org kafir itu. sndiri. Tp yg saya tekankan disini adalah TIDAK ADANYA PENGAKUAN IBADAH KPD SELAIN ALLAH. Terserah org non muslim ibadah spt apa. Tp kita TIDAK BOLEH MEMBENARKAN IBADAH2 MEREKA. Hikmah diutusny Nabi Muhammad adalh Agar manusia kmbali kepda agama Islam yg haq.

Suryadarwin Darwin pada 14:12 09 Mei melalui Facebook di Ponsel

baca surah ALKAFIRUN 1-6

Yudhistira Sumsago pada 14:17 09 Mei

ibadah muslim seperti yang diperintahkan oleh Rasulullah,... ibadah nasrani seperti yang ajarkan oleh nabi isa,.. ibadah yahudi seperti yang diajarkan oleh nabi musa . termasuk ibadah kelompok ahli kitab seperti juga diatas.
islam juga mengakui bahwa nabi sebelum Muhammad Saww lebih kurang 125.000 orang.
apakah kemudian 125.000 nabi tersebut mendapatkan kenabian dari tuhan yang lain?
saya kita tidak. permasalahan ibadah itu murni hablumminallah. dan kesemuanya bisa jadi datang dari sumber yang sama.... Baca Selengkapnya
namun yang paling penting adalah keberagaman dan pluralitas telah terjadi di jaman nabi. dan itu benar2 ada di jaman rasulullah dan rasulullah sendiri lah mengajarkan tentang menghargai dan mnghormati agama lain. itulah poinnya.

Taupik Hida pada 14:18 09 Mei

pesen bang OMA... sholat lah sebelum kamu di sholatkan................

Yudhistira Sumsago pada 14:20 09 Mei

al kafirun itu surah makkiyah,.....
yang ditujukan kepada bangsa quraysy yang politeisme.......
itu bukan ditujkan kepada nasrani ,.. yahudi atau majusi,.. saya kira surah itu sangat jelas ditujukan kepada masyarakat mekkah ,.....

Herry Comot pada 14:23 09 Mei

berat bgt neh obrolan

Taupik Hida pada 14:25 09 Mei

tukang kredet rantang nak melok2 pulo....

Suryadarwin Darwin pada 14:36 09 Mei melalui Facebook di Ponsel

jenis2 org kafir dan cara sikap kita. 1. Kafir MU'AHAD (kafir yg mempunyai perjanjian damai) 2. Kafir DZIMMI (kafir yg tinggal dinegeri muslim dan tunduk kpd hukum islam dan wajib membayar Jizya) 3. Kafir MUSTA'MAN (kafir jaminan keamanan). Sikap kita kpd mereka adalh: seorang muslim harus menunaikan hak2 non muslim dgn tdk berbuat zhalim harta ... Baca Selengkapnyamereka baik dgn mencurinya, berkhianat ataupn berbuat curang. Juga tdk boleh menyakiti badannya dgn cara memukul ataupn membunuhnya. 4. Kafir HARBI (kafir yg memerangi umat islam) kpd non muslim ini wajib bagi kita melawannya. Wallahu'alam

Weni Alwi pada 14:39 09 Mei

Gw dukung kok yudhistira,,ikut menghormati hari besar agama org lain sangatlah bijaksana dan mulia,,kita kan ngak ikut ritualnya,,.,,.

Yudhistira Sumsago pada 14:46 09 Mei

definisi itu tidak ada didalam alquran,......
kafir yang disebutkan didalam alquran (kalau kita konsisten apabila alquran manjadi sumber utama rujukan) adalah diperutukkan kepada kuraisy yang kemudian disebut dengan kaffir quraisy.
sedangkan untuk selain kafir allah menyebut mereka bukan kafir .
selain islam tuhan menyebut orang yang beragama selain islam adalah nasharo ,... yahudi dan majusi yaitu nasrani dan yahudi untuk samawi dan majusi untuk ahlul kitab. Alquran tidak pernah menyebutkan agama selain islam sebagai kafir. kafir diperuntukkan bagi mereka ateis
... Baca Selengkapnya
nabi sendiri melindungi yahudi nasrani dan majusi di madinah. yang menjadi musuh islam pada saat itu adalah qurays dan perang itu berakhir setelah penaklukan mekkah dengan dibacakan nya surah al barraah.

Suryadarwin Darwin pada 14:48 09 Mei melalui Facebook di Ponsel

ayat2 dlm alquran itu berlaku kpd smua manusia smpai akhir zaman. kita wajib beriman dan membenarkan kitab2 sblm Alqur'an, tp tdk diperintahkan mengamalkannya krn 2 sebab: 1. Kitab2 tsb sbgian besar tlh dirubah oleh tangan2 kotor manusia. 2. Diturunkannya ALQUR'AN sbg penghapus kitab2 sblmnya, kecuali yg ada keterangan dari Allah dan rasulNYA yg membolehkan kita mengamalkannya spt diantarany haji, qurban, hijab.

Weni Alwi pada 14:54 09 Mei

Sudalah coy,,,yg mau berangapan itu ngak bener ya mongo,,,alquran tdk utk di perdebatkan karena isinya bener semua,,,so silahkan pribadi masing2 yg mencernanya,,,,masalah yg menentukan bener tidaknya adalah yg menurunkanNYA oke,,karena DIA adalah Hakim yg paling adil

Suryadarwin Darwin pada 15:00 09 Mei melalui Facebook di Ponsel

ahlul kitab itu hanya utk yahudi dan nasrani. Majusi tdk trmsk. Krn p mereka menymbh api. pnyebtn kafir thd mereka bisa dilihat di SURAT ALBAYINAH.

Yudhistira Sumsago pada 15:00 09 Mei

benar bahwa ayat alquran berlaku untuk setiap ummat sampai dengan akhir zaman, tapi konteks ayat tersebut bukan untuk nasrani ,. yahudi atau majusi atau dengan kata lain penganut agama tertentu selain islam.
tapi surah al kafirun ditujukan kepada kelompok masyarakat yang ATEIS. sudah sangat jelas hal tersebut.
untuk penganut agama selain islam alquran tidak menyebutnya dengan sebutan kaffir.
... Baca Selengkapnya
kaffir sendiri brasal dari kata kufr atau ingkar yaitu mengingkari adanya tuhan. bila seseorang masuk kedalam agama tertentu selain islam jelas sekali mengakui adanya tuhan.
salah bila mengatakan bahwa orang beragama selain islam itu kafir,... tidak ada satu ayat pun peletakan kata kafir dalam al quran ditujukan kepada orang pemeluk agama tertentu, kafir disematkan kepada ateis

Yudhistira Sumsago pada 15:01 09 Mei

ahlul kitab disebutkan untuk selain yahudi dan dan nasrani. alquran tidak pernah menyebut nasrani dan yahudi sebagai ahlul kitab, lebih menyebutna sebagai agama yang berasal dari ibrahim

Yudhistira Sumsago pada 15:02 09 Mei

@ weni nyantai aja jek,..heheheheheeh

Suryadarwin Darwin pada 15:19 09 Mei melalui Facebook di Ponsel

buka tafsir alquran ibnu katsir. Disana disebtkn sgat bnyk penyebtn


Marlin Tigor pada 15:24 09 Mei

Saya ingin mengomentari sedikit tentang sikap atau perilaku. dalam hal ini perilaku "TUHAN" terhadap ciptaannya yang tidak mengenal ajaran islam, Faktanya mereka masih diberi makan, diberi naungan, diberi kehidupan, alias Allah SWT masih memberikan rahmat kepada merekas sekalipun mereka tidak mengenal Allah. Agak sulit memakai istilah kafir bagi ... Baca Selengkapnyamereka, sebab kata kafir itu adalah ingkar atau mengingkari. Beberapa diantara mereka bisa jadi sama sekali belum pernah mengenal ajaran islam. Apa yang mesti mereka ingkari atau kafirkan ? .. Jadi bukanlah hal yang termasuk mengingkari tauhid kalo mengatakan "SELAMAT HARI WAISAK" atas dasar perlikaku dan penghormatan sesama manusia. Akan sama maknanya dengan mengucapkan SELAMAT ULANG TAHUN, SELAMAT MEMEMPUH HIDUP BARU, SELAMAT NAIK JABATAN, dan lain lain

Suryadarwin Darwin pada 15:24 09 Mei melalui Facebook di Ponsel

baca alquran, buka tafsir ibnu katsir,.. Disitu akan bnyk kita temukan siapa yg disbt dgn ahli kitab. Trlalu pnjg untk dijelaskan... Dlm memahami agama ini hrs paham dulu kaidah2ny. see you next time. Ksian ama yg laen dah pd komplain

Yudhistira Sumsago pada 15:24 09 Mei

tafsir ,... banyak macam bro,...!! ada ibnu katsir,. ada jalalain,... ada fahrurazi,.... tabari ,... sayyid qutbh dll
kemudian ulumul quran banyak metode dalam kerangka penafsirannya,.. semantik,... hermeuneutik,.. asbabun nuzul,.. semua menjadi pertimbangan dalam menafsirkannya.
ibnu katsir salah satu rujukan boleh saja, tapi bila itu menjadi ... Baca Selengkapnyakebenaran belum tentu,.....sedangkan konteks ayat alkafirun sudah sangat jelas ,.. surah itu asbabun nuzulnya ditujukan kepada kaffir kuraisy dan surah itu turun pada periode mekkah, dimana yang ditujukan dari surah itu adalah mereka yang ateis dalam hal ini adalah kuraisy.

Taupik Hida pada 15:26 09 Mei

oke sobat......